Dari
segi penampilan, NB550D mirip seperti netbook lainnya. Bahkan, netbook
ini merupakan kembaran NB520 yang menggunakan prosesor Intel Atom. Meski
mirip dari segi fitur - seperti layar 10.1" dengan resolusi 1.024 x 600
dan speaker harman/kardon - Toshiba memilih untuk menyematkan APU
(Accelerated Processing Unit) AMD Fusion sebagai otak NB550D.
Seperti
diketahui, platform ini mengombinasikan CPU multi-core dan GPU ke dalam
satu chip - yang disebut sebagai APU, bukan prosesor. Salah satu
keunggulan platform ini adalah GPU kelas discreet yang digunakannya,
yakni AMD Radeon 6000 series, yang kekuatannya jauh melampaui melampaui
GPU onboard netbook Atom. Lalu, apakah platform ini menjadikan NB550D
sebagai netbook dengan kekuatan notebook?

Desain
Walau daya komputasinya tidak lazim dimiliki oleh sebuah netbook, NB550D tampil dalam cangkang netbook. Ia tersedia dalam empat pilihan warna; coklat, hijau, oranye, dan biru, masing-masing warna memiliki tekstur dotted yang menarik perhatian. Toshiba memberikan kami unit sampel berwarna hijau dengan nomor part PLL5FL-00D01P, yang menurut kami terlihat paling atraktif di antara pilihan warna yang ada. Namun, ini tentu masalah selera.
Walau daya komputasinya tidak lazim dimiliki oleh sebuah netbook, NB550D tampil dalam cangkang netbook. Ia tersedia dalam empat pilihan warna; coklat, hijau, oranye, dan biru, masing-masing warna memiliki tekstur dotted yang menarik perhatian. Toshiba memberikan kami unit sampel berwarna hijau dengan nomor part PLL5FL-00D01P, yang menurut kami terlihat paling atraktif di antara pilihan warna yang ada. Namun, ini tentu masalah selera.
Pada sisi kanan netbook ini, terdapat dua
port USB 2.0. Sisi kiri dihuni oleh port charger, LAN, HDMI-out, satu
USB 2.0 Sleep n' Charge yang bisa Anda gunakan untuk mengisi ulang daya
smartphone atau perangkat bergerak lainnya meski netbook dalam keadaan
mati, port mic yang juga berfungsi sebagai input audio Sleep 'n Music -
untuk mendengarkan musik dari iPod melalui speaker harman/kardon (juga
tanpa perlu menyalakan netbook), dan port audio out. Di bagian bawah
depan, tersembunyi sebuah port SD card reader.
Pada bagian atas,
Anda akan menemukan keyboard yang memanfaatkan lebar netbook dengan
maksimal. Hasilnya adalah keyboard dengan ukuran tombol yang cukup besar
pada bagian QWERTY-nya sehingga mampu mengurangi kesalahan pengetikan.
Kami mengujinya kenyamanan keyboard tersebut sambil mengetik artikel
ini. Kesan pertama yang kami tangkap adalah tombol empuk yang tidak
memerlukan effort ekstra untuk ditekan, yang artinya nyaman untuk
digunakan dalam durasi panjang. Sayangnya, keyboard netbook ini tidak
dilengkapi dengan sistem peredam suara sehingga terdengar ramai ketika
kami mengetik dengan kecepatan penuh.
Kami juga menyayangkan
posisi speaker harman/kardon yang berada di posisi handrest, di antara
trackpad multitouch, bukan di atas keyboard. Hasilnya, ketika kami
berniat mengetik sambil mendengarkan musik, suara berkualitas tinggi
(namun kurang nge-bass) yang mengalun dari speaker terbungkam oleh
telapak tangan kami. Solusinya, kami harus menjaga agar telapak tangan
tidak bersandar pada handrest, yang membuat bahu kami langsung
pegal-pegal walau hanya mengetik selama lima menit.
Performa
Platform APU yang digunakan oleh NB550D adalah Brazos, kombinasi antara prosesor dual-core C-50 (1M Cache, 1.0GHz) dan AMD Radeon HD 6250 256MB - yang juga memakan RAM hingga 118MB jika dibutuhkan. Pertanyaan pertama yang langsung muncul, seberapa powerful performa netbook ini di sektor gaming? Tanpa membuang waktu, kami langsung meng-install aplikasi benchmark frame rate FRAPS versi 3.4.3 untuk mengukur kelancaran game Need For Speed (NFS) Underground (seri pertama) dan Pro Evolution Soccer (PES) 2011. Alasannya: NFS Underground di netbook Atom tidak bisa dimainkan dengan nyaman, karena frame rate-nya patah-patah meski kami menggunakan settingan grafis terendah, begitu juga PES.
Platform APU yang digunakan oleh NB550D adalah Brazos, kombinasi antara prosesor dual-core C-50 (1M Cache, 1.0GHz) dan AMD Radeon HD 6250 256MB - yang juga memakan RAM hingga 118MB jika dibutuhkan. Pertanyaan pertama yang langsung muncul, seberapa powerful performa netbook ini di sektor gaming? Tanpa membuang waktu, kami langsung meng-install aplikasi benchmark frame rate FRAPS versi 3.4.3 untuk mengukur kelancaran game Need For Speed (NFS) Underground (seri pertama) dan Pro Evolution Soccer (PES) 2011. Alasannya: NFS Underground di netbook Atom tidak bisa dimainkan dengan nyaman, karena frame rate-nya patah-patah meski kami menggunakan settingan grafis terendah, begitu juga PES.
Sesuai
dugaan kami, untuk ukuran netbook, performa NB550D mampu memukau kami
dalam aspek gaming. Dalam settingan grafis tertinggi, FRAPS mendeteksi
frame rate NFS Underground dalam resolusi 800 x 600 yang naik turun di
antara 25 - 40 fps, dan stabil di sekitar 30 fps. Ketika kami mematikan
semua fitur grafis, frame rate-nya naik dari 40 - 62 fps, dan stabil di
sekitar 50 fps.
Saat memainkan PES, kami diberi peringatan kalau
spesifikasi komputer, lebih tepatnya kapasitas RAM yang hanya 1GB, tidak
memenuhi Minimum System Requirements untuk bisa memainkan game sepak
bola terpopuler di konsol PlayStation yang juga dikenal dengan nama
Winning Eleven ini dengan lancar. Kami mengacuhkan peringatan itu.
Ketika memainkan game, kami hanya menemukan sedikit frame skip di
sana-sini. Namun secara keseluruhan, PES sangat playable dengan frame
rate antara 30 hingga 60 fps, dan stabil di kisaran 45 fps.
Kapasitas
RAM yang disediakan Toshiba memang sedikit 'melukai' pengalaman
menggunakan platform Fusion. Terlebih lagi, netbook ini menggunakan
sistem operasi Windows 7 (starter Edition) yang haus memori. Startup
aplikasi terkadang memakan waktu yang cukup lama, antara hitungan detik
hingga menit. Saran kami untuk mengatasi masalah ini, selain mematikan
settingan efek visual Windows 7, Anda bisa mencoba meng-upgrade RAM-nya
dengan kapasitas yang lebih lapang (maksimal 2GB). It should do the
trick.
Seperti disebutkan sebelumnya, NB550D memiliki port
HDMI-out. Anda bisa memanfaatkan port ini untuk menyaksikan tayangan
film, atau game, di layar eksternal yang lebih besar. Ketika kami
menyambungkan netbook ini dengan monitor 22" LG Flatron E2260V-PN,
netbook ini mampu mencapai resolusi optimal monitor, yakni 1920x1080.
Video dengan resolusi HD antara 720 dan 1080 piksel dapat ditayangkan
dengan lancar. Namun, di atas resolusi tersebut, kami melihat NB550D
bersusah payah me-render frame demi frame, walaupun hal tersebut tidak
ditemui ketika kami menonton file video yang sama di layar netbook.
Terakhir,
performa baterai 6-cell-nya juga cukup memuaskan. Netbook ini mampu
bertahan selama 4 jam untuk kegiatan browsing dengan Wi-Fi menyala
sambil memutar musik. Lebih dari cukup untuk sekedar menemani Anda
menuntaskan pekerjaan di kedai kopi.(Gadget/roc)
SPECIFICATIONS
| Harga | : | $489 (sekitar Rp4,2 juta) |
| Rating | : | |
| APU | : | AMD Fusion C-50 dual-core lGhz dan Radeon HD 6250 256MB |
| Memori | : | 1024MB DDR3 1333MHz |
| Display | : | 10.1" WSVGA Clear SuperView TFT, 1024x600 |
| Hard Drive | : | 250GB Sata with shock absorber |
| Port | : | 2 USB 2.0, 1 USB 2.0 Sleep n Charge, LAN, HDMI-out, SD card reader |
| Audio | : | harman/kardon stereo speakers, 16-bit Stereo, with Intel HD Audio |
| Baterai | : | 6-cell lithium-ion |
| Berat | : | Mulai dari 1,32kg |
![]() | : |
|
![]() | : |
|

Editor Says
"Setelah bermain-main dengan NB550D selama beberapa waktu, performa netbook ini mengingatkan kami pada Asus Eee PC Lamborghini VX6, netbook Atom dengan GPU GeForce GT218. Bedanya, jika VX6 dipasarkan dengan harga sekitar Rp7 juta, Anda bisa memiliki NB550D dengan perfoma yang bisa disejajarkan, namun hanya perlu membayar harga yang tidak berbeda jauh dari netbook Atom biasa."
"Setelah bermain-main dengan NB550D selama beberapa waktu, performa netbook ini mengingatkan kami pada Asus Eee PC Lamborghini VX6, netbook Atom dengan GPU GeForce GT218. Bedanya, jika VX6 dipasarkan dengan harga sekitar Rp7 juta, Anda bisa memiliki NB550D dengan perfoma yang bisa disejajarkan, namun hanya perlu membayar harga yang tidak berbeda jauh dari netbook Atom biasa."
Source: Gadget Indonesia, Juni 2011, halaman 55


Tidak ada komentar:
Posting Komentar